Buserinvestigasi.com – Palembang. Beliau adalah salah satu Ulama Besar yang ada di Palembang pendiri dan pendidik Pengajian Majelis Ta’lim Ummatu Wahidah beliau adalah salah satu Ulama Besar di Palembang dalam penyebaran ilmu agama tentang ketauhidan beliau adalah Al- Mukarom Buya KH. Muhammad Umar bin Zainal Abidin lahir pada 15 Juli 1942 di Desa Talang pangeran Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan
Pada tahun 1956/1957 beliau menyelesaikan pendidikan Sekolah Rakyat ( SR )
Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah ( pondok pesantren) lulus pada tahun 1960 dan lanjut pendidikan Madrasah Aliyah Swasta ( SMAIS ) tamat pada tahun 1962/1963 di Palembang.
Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut pulang ke kampung halaman pada tanggal 3 Agustus tahun 1965 diminta oleh Ustaz Kiay Rozali.S ( kepala sekolah Madrasah Tashilliyah) untuk mengajar menjadi guru di sekolah tersebut
Pada tahun 1970 beliau di angkat menjadi Kepala Sekolah MTS Tashiliyah menggantikan Ustaz Rozali dan pensiun pada tahun 2000.( 1970-2000 )
Pada hari Rabu, 04 November 1970 beliau menikah dengan Zahro dan dikaruniai satu orang putra bernama Hifzon (lahir di Palembang 20 November 1975) dan dua orang putri bernama Sumarni ( lahir di Palembang 15 November 1980 ) dan Nasithoh ( lahir di Palembang 25 September 1982 )
Disamping itu beliau rajin mengikuti Pengajian ( cawisan ) yang mempelajari tentang kitab Nahwu Kawatib, dan Kitab Sorop, Kitab Mantek, Kitab Ma’ani dan Kitab Bayan.
Pada tahun 1980 beliau mengikuti Pengajian atau Cawisan memperdalam ilmu agama tentang Tasawuf atau Tauhid kepada Guru Mursyid Syech Kgs. Abdurohman bin Muhammad Umar bin Haji Ibrohim Palembang Darussalam ( Wafat pada tahun 2002 di kediamannya satu Ilir Palembang)yang populer di panggil Cek Aman
Adapun Kitab yang dipelajari yaitu Kitab Ad- Durun Nafis Pengarang Syech Muhammad Nafis Al- Banjari, Kitab Al- Hikam Pengarang Imam Tajudin bin Ato’illah Al- Iskandariah, Kitab Al- Qur’an, Kitab Hadist Nabawi, dan Kitab Hadist Qudsi.
Pada tahun 1990 diangkat dan di sah-kan oleh Guru Besar Syech Kgs. Abdurrahman bin Muhammad Umar bin Haji Ibrohim Palembang Darussalam untuk menjadi Guru Thoriqoh Sammaniyah yang mengajar di daerah- daerah atau pedusunan. wilayah Sumatera Selatan.
Dan pada tahun 2004 di minta untuk mengajar di daerah kepulauan Batam, dan juga keluar Negeri Singapore dan Malaysia.
Seiring waktu berjalan pada tahun 2006 di dirikan lah suatu wadah yaitu Majelis Ta’lim Ummatu Wahidah Thoriqoh Sammaniyah, di Sumatera Selatan berstatus Legal yang berpusat di kota Palembang Jl. JK.Azhari, lrg. Siliwangi RT 11 no 412. 5 Ulu laut Palembang.
Dengan Demikian pengajian majelis Ta’lim Ummatu Wahidah Thoriqoh Sammaniyah di bawah asuhan Mursyid Buya KH.Umar.ZA di usianya 81 tahun ( 1942-2023 ) masih terus aktif dalam berda’wah Melalui Majelis Ta’lim Ummatu Wahidah Buya KH.M.Umar.ZA Sebagai guru Tarekat Sammaniyah, memiliki sudah ribuan banyak murid yang tersebar di daerah- daerah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim Banyuasin, Palembang dan Bangka Belitung yang meliputi berbagai profesi murid buruh, pedagang, pegawai, dan mahasiswa.
dengan spesialisasi pada tauhid dan tasawuf.
Peranan yang dilakukan oleh Buya KH.Muhammad .Umar.ZA dalam memelihara dan mempertahankan Majelis Ta’lim Ummatu Wahidah Tarekat Sammaniyah ini adalah dengan mengadakan pengajian-pengajian di masjid dan langgar bahkan di rumahnya sendiri. Jelasnya.
Ilmu Sufi wajib dicari
Semasa hidup sebelum mati
Tuntut olehmu jangan berhenti
Supaya ilmumu mesrah di hati
Ilmu Hakikat hendak didapat Tahu antara jauh dan dekat
Barulah sempurna segala ibadath
Baru bernama pandang Makrifa
A.Hadi.Hd










