Buserinvestigasi.com – Tolutoli – Tentunya masih ingat banjir bandang yang hanyutkan 10 rumah warga di Desa Galumpang Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah hanyut terbawa banjir yang melanda desa tersebut pada Rabu dinihari sekitar pukul 03.00 Wita tanggal 23 maret 2002 lalu ? ,namun setelah sekian pekan berlalu bantuan dari berbagai ormas serta organisasi sosial kini berangsur hilang, sehingga nasib 721 kepala keluarga yang menjadi korban kini berharap sentuhan dari pemerintah terutama sembako , karena warga belum sepenuhnya mencari nafkah karena masih sibuk dengan perbaikan dan penataan sawah, ladang yang berlumpur..
“Jalan kantong produksi pertanian masih dalam pembenahan, melalui sistem kerja bakti ” kata kades Galumpang PAJRIN ASNAWI .
Sejak desa ini terdampak bencana banjir bandang, seperti nya hanya terfokus pada perbaikan phisik, sementara intensitas hujan setiap hari masih sangat di khawatirkan jika terjadi banjir susulan, karena itu perlu trauma healing bagi penyintas banjir khusus nya anak kecil yang ada di wilayah tersebut..
Sepertinya trauma healing belum ada satupun yang lakukan dari lembaga yang peduli terhadap anak anak korban bencana banjir, sampai saat ini,..
“Secepatnya saya akan koordinasi dengan instansi terkait ” Kata Pajrin Asnawi saat di konfirmasi via telpon oleh Buser Investigasii baru baru ini..
Diketahui jumlah anak 308 orang yang perlu untuk trauma healing di kecamatan Dakopamean galumpang pasca banjir.
Laporan : Armen djaru









