Buserinvestigasi.Com — Muara Enim — Kepala desa air nau Kecamatan Rambang Niru Bapak Jumadi keluhkan Kerusakan jalan.
“Saya sudah perjuangkan pembagunan jalan ini,says juga banyak menuai keluhan warga”keluhnya.
Infratruktur jalan bagi warga merupakan sarana vital untuk kegiatan sehari-hari.
Adapun bentuk kerusakan jalan seperti lubang cukup dalam, apalagi disaat musim hujan jutru semakin parah, hingga anak anak yang mau pergi ke sekolah dengan terpaksa lepas sepatu di karenakan jalan ini merupakan satu satunya untuk menuju Kecamatan dan Kabupaten.
Kubangan kubangan seperti tempat kerbau mandi semakin banyak mewarnai kerusakan jalan.
Saat dikonfirmasi Kepala desa mengatan, sudah berulang kali di usulkan kepemerintah Kabupaten untuk perbaikan jalan tersebut, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak Kabupaten.
“Jenuh rasanya terus berjuang hingga kekabupaten, namun belum ada tanggapan dan respon”. kata jumadi Kades Air Nau Kecamatan Rambang Niru diruang kerjanya pada awak media. Sabtu 3/12/2022.

Kades berucap, jalan kubangan sepanjang 3 km yang sedang diperjuangkannya merupakan jalan alternatif yang menghubungkan antara desa dan desa lainnya serta sangat dibutuhkan oleh banyak warga.
“Pada tahun 2018 pernah diperbaiki dan itupun hanya beberapa meter saja dan sekarang sudah mulai hancur lagi, jadi besar harapan kita kepada pemerintah Kabupaten Muara Enim dan instansi yang terkait untuk melihat kondisi jalan yang ada di wilayahmnya dan bisa segera memperbaiki jalan kita ini”. Kel uh Kades.
Warga Subang, Alek Sutisna (30 tahun) juga sangat mengeluhkan kerusakan jalan tersebut. Dia mengatakan pada awak media kondisi jalan rusak berat sehingga semua aktivitas warga terhambat.
“Warga yang mau ke kebun, anak anak pun mau sekolah dan aktivitas ekonomi warga jadi terhambat semuanya, apa lagi saat musim hujan sekarang justru semakin parah karena lumpur dan kubangan kubangan yang dalam, Serta volume air yang semakin menggenangi ruas Japan, Saya sangat berharap kepada pemerintah, tolong kami, mohon diperbaiki jalan kami ini”. Pintanya menutup wawancara sama media. (Edi/HD).
Ir.










